Wow, Capai Angka Terendah Sejak 2011! Penduduk Miskin RI Berkurang Jadi 26,58 Juta

Posted on

Lahiya – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap fakta mengejutkan mengenai kemiskinan di Indonesia yang mengalami penurunan cukup signifikan. Pada September 2017 angka kemiskinan turun menjadi 10,12%. Angka tersebut terpaut 0,52% dari kondisi pada Maret 2017 di level 10,64%.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPS Suhariyanto. Ia mengungkapkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia per September 2017 berkurang 1,19 juta orang dibandingkan dengan kondisi pada Maret, di mana tercatat ada 27,77 juta penduduk miskin, seperti dilansir dari Detik.com.

Untuk profil kemiskinan di Indonesia sendiri merupakan golongan penduduk yang memiliki pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

“Pada September 2017, persentase penduduk miskin di Indonesia adalah 10,12%. Dari Maret 2017 ke September 2017 persentase penduduk miskin turun 0,52%,” jelas Suhariyanto yang ditemui di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (2/1), dikutip dari Detik.com, Selasa (2/1/2018).

Baca Juga: Kompak Sambut Tahun 2018! Begini Seruan Rizieq Shihab, Juru Bicara HTI dan Ketua Alumni 212

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa tren kemiskinan di Republik Indonesia terhitung sejak Maret 2011 adalah sebesar 12,49%. Dan persentase tersebut terus mengalami penurunan hingga pada September 2017 menjadi 10,12%.

“Trennya sejak Maret 2011 turun kemudian pada September 2017 ini pencapaiannya merupakan yang paling bagus di mana penurunannya lebih cepat dibanding 7 tahun terakhir sejak 2011,” tambah pria yang lebih akrab dengan sapaan Kecuk.

Perbandingan dari total penduduk miskin, yakni sebanyak 26,58 juta orang, komposisi penduduk miskin di desa dibandingkan dengan di perkotaan cukup timpang, yakni 13,47% dan 7,26%.

Adapun sejumlah faktor yang berkaitan dengan tingkat kemiskinan di indonesia dari periode Maret hingga September 2017, disebutkan Kecuk, yang pertama adalah inflasi pada periode Maret sampai September sebesar 1,45%. Inflasi ini digerakkan oleh komoditas pokok yang merupakan kebutuhan mendasar, seperti beras.

Baca Juga: Satu Panggung dengan Gubernur DKI, Rhoma Irama: Jangan Ada Lagi Ahoker-Anieser!

“Kemudian upah buruh tani baik riil atau nominal mengalami kenaikan. Ini berpengaruh terhadap kemiskinan. Mayoritas penduduk miskin bekerja di pertanian, jadi kenaikan upah akan berdampak ke penduduk miskin,” ungkapnya lebih lanjut.

Selain itu, beberapa komoditi yang mempengaruhi kemiskinan di Indonesia antara lain beras, daging ayam ras, daging sapi, gula pasir, cabai rawit dan cabai merah.

Ia menegaskan bahwa hasil survei sosial ekonomi nasional (susenas) September 2017, yaitu program beras sejahtera (rasta) sukses didistribusikan pada sebanyak 30% rumah tangga sasaran selama periode Mei-Agustus 2017.

“Ini faktor yang berpengaruh terhadap penurunan kemiskinan dari Maret 2017 ke September 2017,” pungkas Suhariyanto.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan