SHARE

Target pertumbuhan ekonomi 5,2% yang dicanangkan Presiden Jokowi di awal pemerintahannya kini nyaris mustahil bisa terwujud. Situasi ekonomi dunia sedang tidak menentu. Situasi ekonomi dalam negeri pun sama saja terkena imbas dari dalam dan dari luar.

Hari ini harga minyak dunia turun ke angka 38 USD perbarrel. Namun, harga eceran dalam negeri tetap. Padahal subsidi sudah dicabut. Kurs yang tidak stabil menyebabkan industri susah membuat kalkulasi. Bisnis berada dalam ketidakpastian Suku bunga tetap tinggi, demikian pula pengenaan pajak. Dalam situasi seperti ini usaha apapun akan mati dengan sendirinya.

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,

Negara harus mengambil kebijakan yang tepat dan segera menggairahkan kegiatan ekonomi. Harga bbm harus diturunkan agar industri mampu meningkatkan daya saing. Bunga bank juga harus diturunkan agar investasi bergerak.

Pajak mau tidak mau harus dikaji ulang. Kalau tidak, usaha takkan bergerak karena beban pajak terlalu berat Presiden harus beri arahan yang tegas dalam menegakkan hukum agar birokrat tidak berada dlm ketakutan menyerap apbn/apbd.

Dalam situasi seperti sekarang government expenditure akan menjadi roda penggerak perekonomian di daerah-daerah dan membuka lapangan kerja. Situasi yang dihadapi memang berat. Pemerintah harus mampu beri keyakinan kpd kelas menengah dan pelaku ekonomi.

Mampu memberi keyakinan bahwa kebijakan pemerintah berada pada jalur yang benar dan memberi harapan masalah bisa diselesaikan. Kalau tidak, kemungkinan kapital akan lari dan pengusaha pindah ke negara lain yang lebih menjanjikan harapan dan kepastian.

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,
insurance
Loading...